#HappyMothersDay

Dialah pahlawanku. Meski tak pernah memanggul senjata seperti Jenderal Sudirman, tak pernah pula turun berperang melawan penjajah demi kemerdekaan bangsa. Bagaimana mungkin? Ia lahir bertahun-tahun setelah Nusantara ini menyatakan jati diri sebenarnya, sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dia wanita. Bukan, bukan Kartini. Yang telah memperjuangkan hak wanita sebagaimana mestinya.  Yang telah memeloporkan kebangkitan perempuan sehingga bisa turut serta membangun bangsa. Tapi, bukan dia.

Dialah pahlawan wanitaku, superheroine-ku yang nyata. Yang telah mengandungku sembilan bulan lamanya. Melahirkanku sekuat tenaga hingga mempertaruhkan nyawanya, demi agar aku bisa melihat dunia. Yang selalu membuaiku penuh kasih, walaupun aku sudah sebesar ini. Yang tak pernah lelah membesarkanku. Yang selalu sabar menghadapi tingkah lakuku. Yang telah mengabdikan diri untuk tempat aku bertumpu. Yang rela membanting tulang, berjalan jauh lewati segala rintangan yang ada. Demi aku, anakmu.

Ibu menangis karena aku. Ibu sedih karena aku. Ibu letih karena aku. Ibu sakit karena aku. Segalanya ia berikan untukku, yang tidak jarang membuatnya emosi. Bahkan tidak sekali sehari aku membuat hatinya terluka. Bukan tidak pernah aku membencinya.

Tapi Ibu hanya tersenyum,

menahan luka, menahan air matanya.

Tapi aku yang tidak sadari hal itu.

Ibu tidak pernah bosan membanggakanku, anaknya. Ibu tak pernah menceritakan keburukanku di depan orang lain. Bahkan terhadap dirinya sendiri.

Maafkan, Ibu. Maaf.

Maaf.

Maaf.

Maaf.

Maaf.

Aku tahu. Aku sadar. Sebanyak apapun aku meminta maaf yang hanya berupa kata-kata, tak akan bisa menghapus luka dan duka Ibu. Tak akan bisa melenyapkan begitu saja segala kesalahanku yang tak terhitung jumlahnya. Tak akan sanggup sebanding dengan pengorbanan Ibu. Tak akan sanggup menggantikan air mata Ibu yang begitu berharga.

Hanya do’a yang bisa kupanjatkan kepada Tuhan, supaya Ibu selalu sehat lahir dan batin. Dan terima kasih yang bisa kupersembahkan, hanya untuk Ibu.

Ibuku, yang mulia.

Ibuku, yang tercantik.

Ibuku, yang diam-diam meletakkan harapan tertingginya padaku.

Selamat Hari Ibu.

Minggu, 22 Desember 2013

Widasari

(Anak Ibu Tersayang)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s