#4

Untuk apa kau hidup kalau tidak untuk berharap?

Aku hidup, dan aku meyakini penuh prinsip itu. Ya, berharap itu seperti bernafas. Kalau aku tidak bernafas, aku mati. Dulu.
Aku masih hidup. Tapi sekarang rasanya lain. Kalau aku berharap, rasanya sakit. Kenapa?
Apa gunanya berharap kalau semua ekspektasi itu tak akan terjadi? Ya, kalau aku berharap, aku seperti menggores nadi sendiri. Berusaha membunuh diri perlahan, dan akhirnya aku mati.
Jadi, untuk apa aku berharap?
Ah, tidak, kurasa yang tepat…
Untuk apa aku hidup?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s