Hantu #hari-5

[ PERHATIAN ]

Ini. Fiksi. Terima kasih. 😦


 

Novel horror hasil pinjaman yang kubaca siang tadi menyisakan sebuah ucapan dari dialog sang tokoh dalam benak.

“…rasa penasaran yang melewati batas akan mengantarkanmu pada kematian lebih awal.”

Terus terang, aku merinding, sedikit. Tetapi kata-kata tersebut terus terngiang-ngiang di telingaku, hingga aku mulai memikirkan hal-hal mistis yang sebenarnya itu semua hanya fiksi semata, sedang terjadi di sekitarku. Aku menutup pintu rumah perlahan dan menatap pintu kamar kedua orangtuaku di sudut ruang tamu. Malam ini aku pulang lebih cepat. Bukan tidak mungkin ada “penghuni lain” di balik pintu itu bukan?

Masih dipengaruhi pikiran yang terkontaminasi adegan-adegan mengerikan dalam novel tadi, aku membuka pintu itu dengan satu sentakan cepat.

Ya, memang ada “penghuni lain”.

Keduanya sama-sama menatapku, sementara aku berdiri di tempat tanpa bersuara. Tenggorokanku serasa tercekik.

Ini pemandangan yang lebih seram dari fantasiku. Tidak, mereka bukan hantu. Mereka manusia, yang satu pria kebanggaanku, kecintaanku, Ayahku. Yang satu wanita, tapi bukan Ibuku. Bergumul satu sama lain, tanpa sehelai benang menutupi.

Benar apa yang dikatakan novel itu. Rasa penasaran ini kelak mengantarkanku pada kematian lebih awal, karena aku sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s