#11

Sudah lama nggak jenguk blog ini. Berasa orang sibuk, padahal memang saya yang malas.

Ada seorang teman lama, yang pada masanya dulu memang cukup dekat dengan saya. Sebut saja teman curhat, teman bertukar pikiran, kemudian kami terpisah karena berbeda sekolah walaupun masih satu kota. Mulai sejak saat itu, intensitas berkomunikasi kami juga semakin berkurang. Padahal, waktu masih satu sekolah dulu, kami juga lebih sering berkomunikasi melalui SMS (belum terlalu akrab dengan internet waktu itu, hehe) dibanding bertemu dan mengobrol secara langsung. Tetapi begitu kami terpisahkan oleh instansi sekolah yang berbeda, maka sejak saat itulah hubungan komunikasi kami juga “terputus”. Tapi memang nggak bisa saya sangkal bahwa sekeras apapun saya berusaha untuk mempertahankan hubungan persahabatan, janji muluk-muluk kami untuk tetap selalu bersama dan saling tidak melupakan, pada akhirnya komitmen itu bakal kandas juga oleh kehidupan baru yang lebih menyenangkan dan tampak lebih tidak “membosankan”.

Sampai suatu hari, ketika liburan semester lalu, teman ini menghubungi saya kembali. Walaupun sudah tidak berkomunikasi sekerap dulu, setidaknya kami masih dipertemukan melalui media sosial, dan baru beberapa waktu kemudian setelah kami saling mengikuti dalam media sosial teman ini menghubungi saya. Seperti percakapan dengan teman lama pada umumnya, kami saling bertukar kabar, menanyakan kesibukan yang sedang dijalani pada saat itu, dan segala pertanyaan basa-basi lainnya.

Kemudian ia meminta bertemu.

Saat itu juga, segala rasa kangen, penasaran, dan keinginan untuk mengobrol lebih lama- lenyap. Semua perasaan itu kemudian malah digantikan oleh pertanyaan yang kemudian menyelimuti benak saya: bagaimana cara menolaknya?

Dan lagi, saya bertanya kepada diri saya sendiri. Kenapa saya malas untuk bertemu? Padahal kami masih berada dalam satu kota yang sama, bahkan teman ini memberi tahu bahwa rumahnya masih sama seperti yang dulu.

Akhir cerita, saya menolak- lebih tepatnya mengatakan bahwa kami tidak bisa bertemu karena dalam waktu dekat saya harus kembali ke kota perantauan. Tapi tidak- saya tidak berbohong. Pada waktu itu masa liburan memang sudah mau habis, dan dalam kurun lima hari saya sudah harus kembali kuliah. Tetapi tetap saja, saya yakin kalian juga berpikir tentang hal yang sama: kenapa saya malas meluangkan diri untuk bertemu dengan teman lama?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s