#12

Hari ini Ibu berduka. Seorang tetangga rumah lama sekaligus teman baik Ibu meninggal dunia, sebelum Ibu berkesempatan untuk bertemu dengannya setelah pertemuan terakhir mereka beberapa tahun yang lalu.

Ibu tidak kuasa menahan tangis ketika menghubungiku melalui telepon untuk memberikan kabar duka itu. Beberapa kali Ibu mengutarakan penyesalannya karena tidak sempat bertemu dengan mendiang sebelum perpisahan abadi itu terjadi.

Perkataan Ibu tadi sempat memenuhi pikiranku sejak hubungan terputus hingga detik ketika aku mengetik tulisan ini. Satu per satu wajah teman lama kemudian muncul di bayangan dan menyadarkanku seberapa lama aku bahkan tidak mengingat mereka. Apakah suatu saat nanti aku juga akan merasakan hal yang sama ketika suatu hari nanti perpisahan mutlak itu terjadi? Apakah aku akan menyesal dan menyalahkan diriku sendiri karena tidak sempat menjalin kontak baik dengan mereka, satu per satu?

Tetapi kupikir semua perpisahan antar dunia itu akan selalu menyisakan penyesalan bagi orang-orang di sekitarnya. Kerabat jauh akan menyesal karena tidak sempat bertemu, kerabat yang terdekat sekali pun memiliki bentuk penyesalannya sendiri. Yang perlu menjadi perhatian kita adalah bahwa perpisahan dan penyesalan itu akan selalu ada, tidak peduli seberapa keras kamu mencoba untuk mencegah. Ketahuilah semua itu merupakan bagian dari proses kehidupan yang mengantarmu untuk semakin dewasa, semakin menua, dan kemudian ikut andil menjadi bagian dari perpisahan itu bagi orang-orang di sekitarmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s