#7

Sumber: Dok. Pribadi
Sumber: Dok. Pribadi

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Pernah dengar istilah transplantasi organ? Kalau kamu belum tahu, transplantasi artinya pemindahan. Jadi, transplantasi organ ini adalah pemindahan organ dari suatu tubuh ke tubuh lain, atau bisa juga dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain.

Merindingkah kamu mendengarnya? Bagaimana mungkin organ bisa diganti-ganti atau dipindah-tempatkan? Tapi, berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang, ya, itu semua mungkin. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Transplantasi organ dilakukan, apabila salah satu atau lebih organ tubuhmu tidak lagi bisa bekerja sebagaimana mestinya, atau bahkan gagal. Dan kamu pikir transplantasi organ itu mudah? Murah? Tidak sama sekali!

Ada suatu penyakit, di mana jantungmu benar-benar berhenti berfungsi secara total karena berbagai macam sebab, dan kondisi akhir ini biasa dikenal dengan istilah gagal jantung. Zaman dahulu, penyakit ini adalah penyakit final, yang ketika penyakit ini terjadi, para dokter akan mengangkat kedua tangannya, menyerah! Tapi semenjak transplantasi organ ditemukan, dokter masih bisa memberi kamu hidup satu kali lagi. Ah, dokterBukankah Allah, satu-satunya Zat yang memberikan kamu hidup? Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Kamu tahu berapa harga jantung? Kalau kamu belum tahu, perkiraan harga sebuah jantung (berdasarkan berbagai halaman situs yang telah aku coba lansir) adalah US$ 119.000 atau sekitar Rp 1,1 miliar. Itupun harga di pasar gelap. Kamu mau tahu jika kamu membelinya secara legal? 12 miliar rupiah! Bayangkan, ketika orang mencari-cari jantung pengganti, baik melalui pendonor sukarela dan secara legal, maupun di pasar gelap, yang tak semudah mencari cabai rawit di pasar. Belum lagi biaya operasi transplantasi yang harus dibayarkan. Belum lagi resiko kegagalan operasi transplantasi yang dilakukan. Belum lagi resiko ketidakcocokan, yang artinya tubuh akan menolak jantung baru yang sudah dipasang. Dan sementara kamu ada di sini, membaca tulisanku ini dengan jantung di dadamu yang masih berdetak mulus. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Sadarkah kamu, jika jantungmu mengalami kegagalan bekerja, kamu akan kehilangan uangmu miliaran rupiah, dan itu belum termasuk biaya operasi pemindahan?

Bisakah kamu bayangkan, seandainya seluruh organ tubuhmu dikonversikan ke dalam uang, seberapa kaya dirimu yang sebenarnya?

Lalu, kenapa kamu masih menganggap hidup ini tidak adil, hanya karena suatu masalah kecil yang tidak bisa disandingkan dengan peristiwa gagalnya jantungmu berfungsi?

Jadi, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

8 Gejala Kurang Minum Saat Beraktivitas

Apa cuma gue di sini yang lagi nggak ada angin nggak ada hujan kepala tiba-tiba pusing/pening tanpa alasan yang jelas? Padahal kondisi badan lagi fit-fit aja, tapi kepala suka kliyengan sendiri. Saat gue “ngadu” ke nyokap, eh nyokap malah marah-marah. “Nah, ketawan belom minum ya kamu seharian?!” Dalam hati nge-iya-in, tapi pengen ngaku takut tambah diamuk. Kok nyokap bisa tau ya? Continue reading