Cerpen: Anna

P.S.: Ini cerita pendek fiksi pertama yang berhasil gue buat sampe finish! Yeaa, dari dulu gue paling nggak bisa kalau harus bikin cerita pendek, karena gue suka bingung gimana mau bikin finishingnya, tau-tau udah puluhan halaman aja, gagal deh -…- Dan cerita ini pun gue buat untuk lomba Cerita Islami KOMPILASI di sekolah, dan ngga terduga, menang!!!!! Juara III sih, tapi tetep aja nggak nyangka “cerita buluk begini kenapa bisa menang dah” wkwk. Pokoknya enjoylah!

^^^

Para pelayat sudah pergi meninggalkan makam sejak setengah jam yang lalu, hingga hanya tersisa satu orang yang masih berdiri diam di situ. Anna menunduk, menatap lurus gundukan tanah basah bekas hujan yang baru saja mengubur jasad orang yang terpenting di hidupnya, yang sejak dulu Anna pikir ia tidak akan bisa hidup tanpanya.
Belum tuntas masalahku dengan Lisa, kenapa sekarang Mama yang harus pergi?

Sungguh, Anna tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupannya setelah ia meninggalkan makam. Sejak dulu Anna berprinsip, ia hidup untuk membahagiakan Mama seorang. Mama yang telah melahirkannya ke dunia dan merawatnya seorang diri—hingga kemarin malam. Setelah Mama menghembuskan nafas terakhirnya, untuk siapa lagi Anna berjuang? Untuk siapa lagi Anna hidup? Continue reading

Advertisements